Recent Posts

Tuesday, May 1, 2012

PKS Kirim 'Surat Cinta' untuk Presiden SBY

Your browser does not support iframes.

placeholder


Jakarta -
PKS memutuskan untuk menyetujui kontrak koalisi yang baru. PKS pun mengirim surat resmi kepada SBY sebagai pimpinan koalisi.

Surat tersebut merupakan penyikapan PKS atas kontrak koalisi yang baru. Sebagai penjelasan terkait komitmen baru PKS terhadap penguatan koalisi pemerintah.

“Dari seluruh brainstorming, itu nanti akan dirumuskan oleh tim dalam bentuk surat. Yang akan kita kirim ke pak SBY. Masalahnya bukan fix atau tidak fix, ini demi menyamakan apa yang kami pahami, supaya sama dengan mitra koalisi,” ujar Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, kepada wartawan di Kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu (16/4/2011).

Luthfi menuturkan dalam surat tersebut berisi sejumlah penyikapan PKS atas kondisi koalisi belakangan ini. Termasuk menyikapi konflik internal koalisi akibat perbedaan pendapat di DPR.

“Ada beberapa terkait komentar dinamika yang sedang terjadi. Itu semua akan kita kirimkan. Ada yang sifatnya pertanyaan ada yang masukan. Substansinya menyamakan persepsi,” jelas Luthfi.

PKS berharap mendapat penjelasan langsung dari Presiden SBY. Apalagi setelah PKS kembali memutuskan untuk komit kepada koalisi.

“Di surat ke presiden, ada sifatnya konfirmasi, ada pertanyaan, ada yang sifatnya penjelasan terkait miss understanding. Kita tidak mematok kapan batas waktu jawaban Presiden,” tandasnya.

(van/her)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga :

  • Golkar Yakin SBY Tak Sembarangan Reshuffle Kabinet
  • Akbar Tandjung: Pragmatisme dalam Politik Semakin Nyata
  • Golkar: Politisi Pindah Partai Karena Kalah Saingan
  • Jadi Wakil Ketua Setgab, Ical Merasa Naik Tingkat
Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/16/220647/1618971/10/pks-kirim-surat-cinta-untuk-presiden-sby

Kapolda Jabar Belum Bisa Pastikan M Sarip Terlibat Pembunuh Anggota TNI

Your browser does not support iframes.

placeholder


Jakarta -
Kapolda Jabar Irjen Pol Suparni Parto belum bisa memastikan dugaan keterlibatan M Sarip (32) dalam kasus pembunuhan anggota TNI. Nama M Sarip mencuat setelah dinyatakan sebagai terduga aksi bom bunuh diri di Mapolresta Cirebon, Jawa Barat.

“Kami tidak ingin terlalu cepat apakah yang terkait dengan MS ada keterkaitannya dengan TNI, itu masih memerlukan proses analisis dan fakta,” kata Suparni.

Hal ini ia sampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kabar M Sarip diduga terlibat dalam pembunuh anggota TNI, Koptu Sutejo dan seorang warga sipil bernama Ali di Mapolresta Cirebon, Sabtu (16/04/2011).

Informasi yang dihimpun detikcom, kasus pembunuhan tersebut terjadi pada Minggu (3/4/2011) sekitar pukul 03.00 WIB. Lokasi pembunuhan di sebuah warung pinggir jalan, di Desa Cempaka, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Anggota TNI dari Kodim 0620 Sumber, Kabupaten Cirebon, bernama Sutejo berpangkat berpangkat Kopral Kepala. Saat itu Sutejo sedang berada di tempat tersebut bersama pemilik warung yakni Ali. Singkat cerita, keduanya tiba-tiba didatangi seorang pria tak dikenal yang masuk ke warung. Pria itu menenteng celurit dan tanpa basa-basi langsung menebas keduanya.

Sutejo ditemukan tewas mengenaskan dengan luka tusuk di tubuh serta leher nyaris putus. Sementara Ali hanya menderita luka-luka. Belakangan kabar beredar kalau M Sarip diduga pelakunya. Dugaan itu muncul setelah petugas Polres Sumber menemukan Surat Izin Mengemudi (SIM) atas nama M Sarip di lokasi kejadian. Saat ini kasus tersebut masih ditangani Polres Sumber.

(her/her)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga :

  • Kepastian M Sarip Pelaku Bom Bunuh Diri Cirebon Diumumkan Besok
  • Eks JI: Dilihat dari Materi Bom, Pelaku Kemungkinan Turunan Azahari
  • Ponpes Ngruki akan Telusuri Sarip
  • Eks JI: Teroris Pengecut Incar Orang sedang Ibadah
Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/16/222151/1618972/10/kapolda-jabar-belum-bisa-pastikan-m-sarip-terlibat-pembunuh-anggota-tni

Mochamad Sarip, Kerja Desain Grafis & Kuliah di Bandung

share”>

placeholder


Majalengka -
Siapa pelaku bom bunuh diri masih misterius. Belum bisa dipastikan apakah benar pelaku aksi bom bunuh diri di Masjid Ad-Zikra di lingkungan Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, bernama Mochamad Sarip.

Namun penelusuran detikcom, Sarip diketahui berkerja sebagai desain grafis. Kepada sang istri, ia juga mengaku kuliah di Bandung, Jawa Barat.

“Selama ini bekerja menjadi desain grafis di Kota Cirebon. Jadi kalau ada order membuat spanduk, banner, dia ke kantor. Tetapi setiap hari juga ke kantor,” cerita istri Mochamad Sarip, Sri Maliha.

Hal ini disampaikan Sri di Gang 30 Bata RT 3 RW 1, Dusun Senen, Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (16/4/2011).

Perempuan berusia 27 tahun ini tengah mengandung 9 bulan. Sri tinggal dengan sang ibu Warini (70) dan beberapa kakaknya. Sedangkan ayah Sri, Syarief, sudah meninggal dunia.

Sarip mengaku kuliah di Bandung. “Cuma tidak beres. Saya tidak tahu kuliah di mana,” ujarnya.

Sri mengatakan Sarip tidak menunjukkan gelagat yang mencurigakan selama ini.
“Tidak pernah ikut pengajian atau apapun. Sarip orangnya baik, humoris, dan saya menikah Agustus 2010 lalu,” kata Sri.

Sri mengaku berkenalan dengan Sarip melalui SMS dan telepon. “Setelah itu, kita berjumpa dan pacaran lalu nikah,” kata perempuan yang mengenakan jilbab warna putih dan daster panjang warna biru bermotif bunga-bunga.

Mertua Sarip, Warini, mengaku jarang bertemu dan bercengkrama dengan menantunya.

“Saya kalau di rumah jarang ngomong sama dia. Saya kan dagang dan jarang ketemu. Saya tidak tahu dia dimana istrinya lagi hamil,” kata Sri.

Ledakan di aksi bom bunuh diri di Masjid Ad-Zikra yang berada di lingkungan Mapolres Cirebon Kota terjadi pukul 12.15 WIB saat imam mengucapkan takbir (takbiratul ikhram) di awal salat Jumat.

Ledakan berasal dari seorang pria berpakaian hitam di barisan dekat para pejabat Polresta. Diduga ledakan merupakan bom bunuh diri. Sejumlah korban terkena serpihan bom berupa paku. Tak hanya Kapolresta, Kasat Lantas Polres Cirebon dan imam salat Jumat pun menjadi korban. Hingga kini polisi belum bisa dikonfirmasi terkait Sarip.

(aan/ndr)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/16/164402/1618886/10/mochamad-sarip-kerja-desain-grafis-kuliah-di-bandung

Pencabutan Hak Politik Koruptor Sudah Otomatis

share”>

Jakarta -

Pencabutan hak politik bagi koruptor agar tidak dapat mencalonkan diri sebagai penyelenggara negara sudah otomatis terterapkan. Sebab, sejumlah undang-undang saat ini sudah melarang seseorang menjadi pejabat publik jika pernah pernah diancam hukuman di atas 5 tahun penjara.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Azis Syamsuddin, mengatakan, ancaman hukuman rata-rata di atas 5 tahun penjara dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi saat ini sudah otomatis menggagalkan seseorang menjadi pejabat publik.

“Itu sudah automatically,” kata Aziz Syamsudin usai acara diskusi di Jakarta, Sabtu (16/4/2011).

Namun demikian, kata Aziz, pencabutan hak politik yang diusulkan PPP dalam Mukernasnya itu bisa menjadi bahan masukan revisi UU Pemberantasan Tipikor.

“Usul itu bagus-bagus saja. Kita lihat nanti (dalam pembahasan), saat ini drafnya masih di pemerintah,” kata politikus Golkar ini.

Sebelumnya, Mukernas III PPP melempar usulan untuk memperberat hukuman bagi koruptor, yakni dengan memasukkan ancaman hukuman mati dan pencabutan hak politik pelaku korupsi agar tidak dapat mencalonkan diri sebagai penyelenggara negara. PPP juga menyebut pemberantasan korupsi sebagai jihad akbar.

(lrn/van)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/16/170648/1618897/10/pencabutan-hak-politik-koruptor-sudah-otomatis

Seorang Polisi Korban Bom Cirebon Belum Sadarkan Diri

share”>

Jakarta -
Kondisi terakhir Iptu Harsita, salah satu korban yang terkena serpihan bom paku di Cirebon belum sadarkan diri. Iptu Harsita telah 3 kali menjalani operasi sejak pukul 03.00 WIB, Sabtu (16/4/2011).

Iptu Harsita berada di belakang pelaku bom bunuh diri di masjid Mapolresta Cirebon. Ia menderita luka parah di mata dan paha sebelah kanan.

Menurut Anak korban, Herman (25), kondisi ayahnya hingga saat ini belum sadarkan diri setelah menjalani operasi sejak pukul 03.00 pagi tadi. Operasi tersebut diakuinya untuk mengangkat material serpihan bom yang berupa tiga buah baut yang bersarang di paha sebelah kanan dan satu lagi dimata.

“Ini operasi ketiga, operasi pertama untuk mengangkat serpihan baut di dekat kornea mata. Operasi tersebut sudah berhasil. Sisanya untuk mengangkat sisa serpihan di paha sebelah kanan,” katanya kepada detikcom di Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon.

Menurut dia dari operasi tersebut tim dokter yang melakukan pengangkatan baut tersebut kesulitan pada operasi ketiga. Pasalnya, baut yang bersarang dikaki kanan Iptu Harsita berada di dekat tulang dan menempel pada syaraf serta pembuluh darah korban. Jika diangkat kemungkinan ayahnya akan mengalami kelumpuhan total. Hal tersebut yang membuat keluarga korban panik dan meminta keterangan dari tim dokter Rumah Sakit Pelabuhan.

“Tinggal satu baut lagi yang belum diambil. Kata tim dokter kalau diangkat kemungkinan bisa lumpuh. Jadi tim dokter menyarankan agar serpihan terakhir tersebut tidak usah diangkat,” jelas Herman.

Dia menambahkan, pihak keluarga khawatir dengan kondisi Iptu Harsita jika serpihan baut tersebut tetap bersarang di kaki kanannya. Pihak keluarga takut jika nantinya serpihan tersebut akan berkarat di kaki korban.

“Dokter bilang jika tidak diangkat tidak berbahaya. Dokter sudah menyuntikkan antibiotik agar tidak terjadi infeksi. Malah jika diangkat bisa menimbulkan kelumpuhan,” tambahnya.

Dengan kejadian ini pihak keluarga mengutuk tindakan pelaku yang meledakkan dirinya di Masjid Ad-Zikra dan melukai banyak orang. Namun keluarga pasrah apapun yang terjadi dangan kondisi Iptu Harsita.

“Kita pasrah apapun yang terjadi pada ayah. Kita percaya tim dokter juga akan melakukan yang terbaik bagi ayahnya. Kita hanya ingin melihat ayah sembuh lagi,” ungkapnya.

Iptu Harsita merupakan salah satu dari 8 pasien yang menjalani operasi di Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat. Dari 8 pasien tersebut 3 diantaranya di rujuk ke Rumah Sakit Walet untuk menjalani operasi dengan menggunakan alat khusus (Siam) untuk mengeluarkan benda asing ditubuh mereka.

(van/ndr)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/16/170848/1618898/10/seorang-polisi-korban-bom-cirebon-belum-sadarkan-diri

Sarip Mirip Terduga Pelaku Bom, Cuma Giginya Berbeda

share”>

placeholder


Majalengka -
Beberapa orang mengaku Mochamad Sarip mirip dengan pelaku aksi bom bunuh diri di Masjid Ad-Zikra di lingkungan Mapolresta Cirebon, Jawa Barat. Namun gigi Sarip beda dengan pelaku yang kini masih misterius.

Iis, kakak ipar Sarip terkejut saat diperlihatkan foto pelaku bom bunuh diri. Iis merupakan kakak dari Sri Maliha, istri Sarip.

“Memang sih mirip. Tetapi, giginya beda. Kalau yang ini giginya sedikit keluar, kalau Sarip tidak,” kata Iis yang mengenakan jilbab ini saat ditemui di kediaman orangtuanya di Gang 30 Bata RT 3 RW 1, Dusun Senen, Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (16/4/2011).

Iis mengaku Sarip sudah 2 minggu tidak pulang. “Nggak tahu ke mana. Kalau di rumah juga jarang keluar dan jarang mengobrol dengan keluarga lainnya,” ujarnya.

Kepala Dusun Senen, Toto Sunato, mengatakan hal yang sama. “Mirip 60 persen. Bedanya gigi di foto itu maju. Kalau gigi Sarip tidak,” kata Toto.

Menurut dia, Sarip kesehariannya sering mengenakan baju koko. “Kadang warna putih, warna hitam. Di lingkungan tetangga, dia tertutup tidak pernah bersosialisasi dengan tetangga sekitar,” ujarnya.

Toto mengatakan Sarip sudah tinggal di rumah mertuanya sejak setahun lebih.

“Jarang ngobrol dengan Sarip. Dia mengaku kerja di tempat sablon. Pernah juga nyebut kerja di warnet. Saya tidak pernah lihat dia ikutan majelis taklim dan tidak ada catatan buruk di lingkungan sekitar,” papar dia.

Ledakan di aksi bom bunuh diri di Masjid Ad-Zikra yang berada di lingkungan Mapolres Cirebon Kota terjadi pukul 12.15 WIB saat imam mengucapkan takbir (takbiratul ikhram) di awal salat Jumat.

Ledakan berasal dari seorang pria berpakaian hitam di barisan dekat para pejabat Polresta. Diduga ledakan merupakan bom bunuh diri. Sejumlah korban terkena serpihan bom berupa paku. Tak hanya Kapolresta, Kasat Lantas Polres Cirebon dan imam salat Jumat pun menjadi korban. Hingga kini polisi belum bisa dikonfirmasi terkait Sarip.

(aan/ndr)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/16/171616/1618908/10/sarip-mirip-terduga-pelaku-bom-cuma-giginya-berbeda

Bom Cirebon Jangan Dijadikan Alasan Intelijen Boleh Menangkap

share”>

Jakarta -

Lolosnya aksi bom bunuh diri di masjid Mapolresta Cirebon jangan dijadikan alasan oleh DPR dan pemerintah untuk menyetujui kewenangan penangkapan oleh intelijen. Pemberian kewenangan menangkap di luar penegak hukum sama saja melegalkan penculikan.

“Kalau kasus Cirebon dijadikan alasan intelijen boleh menangkap, itu konyol,” kata Direktur Program Imparsial, Al-Araf dalam diskusi ‘RUU Intelijen Ancaman Demokrasi?’ di Galeri Kafe, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/4/2011).

Al-Araf mengatakan, terorisme adalah hal kompleks. Alasan tidak dimilikinya kewenangan penangkapan oleh intelijen sehingga aksi bom bisa lolos adalah terlalu menyederhanakan masalah. “Terorisme tidak sesederhana itu,” kata dia.

Dia mengingatkan, Badan Intelijen Negara adalah bagian dari lembaga intelijen non-judicial yang bukan termasuk aparat penegak hukum seperti polisi dan jaksa yang memiliki kewenangan menangkap.

“Dalam negara hukum, kewenangan menangkap maupun menahan hanya bisa dilakukan oleh aparat penegak hukum. Kalau pasal penangkapan lolos, ini setback bagi perkembangan demokrasi di Indonesia” ujarnya.

(lrn/van)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/16/172045/1618909/10/bom-cirebon-jangan-dijadikan-alasan-intelijen-boleh-menangkap