Malang -
10 Mahasiswa di Malang diduga menjadi korban pencucian otak dengan diberikan pemahaman jika Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu kafir. Para korban juga diminta membayar uang sebesar Rp 10 juta, guna pembiayaan baiat di Jakarta.
Menurut Humas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nasrulloh, para pelaku juga memberikan doktrin, jika dalam pencarian uang itu, bisa menghalalkan segala cara. Menurutnya, doktrin ideologi yang diberikan para pelaku, diduga menjadi sarana agar bisa menguras harta benda korbannya.
“Contohnya menipu orang tua, ngaku telah menghilangkan laptop atau motor teman. Hanya demi biaya ke Jakarta,” ujar Nasrulloh saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (19/4/2011).
Nasrulloh menuturkan, dari keterangan para korban yang pernah ikut ke Jakarta. Para pelaku membawa mereka ke ibukota dengan menumpang kereta api. Setelah tiba di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, pelaku menutup kedua mata korban dengan kain. Alasannya, syarat mengikuti baiat tidak diperbolehkan mengetahui jalur yang dilalui.
“Mereka kemudian tiba di sebuah rumah, disana telah banyak orang. Yang mereka akui sebagai pembaiat,” paparnya.
Nasrulloh menambahkan, seluruh korban merupakan mahasiswa baru yang belum mengikuti Organisasi Pelatihan Pengembangan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) di kampus. Pelatihan itu diduga kuat dimanfaatkan pelaku untuk menipu para korban.
“Foto yang kita punyai kebetulan saja dimanfaatkan beberapa korban untuk mengabadikan momen pertemuan mereka,” imbuh Nasrulloh.
UMM sendiri telah mengeluarkan pengumuman tertulis tentang antisipasi terhadap modus penipuan yang sempat menimpa mahasiswa mereka. “Kami harapkan Risqi bisa segera ketemu, dan dapat mengikuti terapi pemulihan bersama korban, yang kini tengah kita lakukan,” pungkasnya.
(bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga:
- Pelaku Pembunuhan dan Penculikan Mahasiswa STIBA Terbongkar
- Polisi Menduga Korban Dibawa Kabur Mantan Pacar
- Siswi MA Sumenep Dilaporkan Hilang Sejak Malam Takbiran
- Pamit Belajar Kelompok, Siswa SD Sumenep Diduga Diculik
- Pamflet Waspada Penculikan Beredar di Pasuruan
- Polres Pasuruan Bantah Sebar SMS Penculikan Anak
No comments:
Post a Comment