Jakarta -
PKS memutuskan untuk menyetujui kontrak koalisi yang baru. PKS pun mengirim surat resmi kepada SBY sebagai pimpinan koalisi.
Surat tersebut merupakan penyikapan PKS atas kontrak koalisi yang baru. Sebagai penjelasan terkait komitmen baru PKS terhadap penguatan koalisi pemerintah.
“Dari seluruh brainstorming, itu nanti akan dirumuskan oleh tim dalam bentuk surat. Yang akan kita kirim ke pak SBY. Masalahnya bukan fix atau tidak fix, ini demi menyamakan apa yang kami pahami, supaya sama dengan mitra koalisi,” ujar Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, kepada wartawan di Kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu (16/4/2011).
Luthfi menuturkan dalam surat tersebut berisi sejumlah penyikapan PKS atas kondisi koalisi belakangan ini. Termasuk menyikapi konflik internal koalisi akibat perbedaan pendapat di DPR.
“Ada beberapa terkait komentar dinamika yang sedang terjadi. Itu semua akan kita kirimkan. Ada yang sifatnya pertanyaan ada yang masukan. Substansinya menyamakan persepsi,” jelas Luthfi.
PKS berharap mendapat penjelasan langsung dari Presiden SBY. Apalagi setelah PKS kembali memutuskan untuk komit kepada koalisi.
“Di surat ke presiden, ada sifatnya konfirmasi, ada pertanyaan, ada yang sifatnya penjelasan terkait miss understanding. Kita tidak mematok kapan batas waktu jawaban Presiden,” tandasnya.
(van/her)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
- Golkar Yakin SBY Tak Sembarangan Reshuffle Kabinet
- Akbar Tandjung: Pragmatisme dalam Politik Semakin Nyata
- Golkar: Politisi Pindah Partai Karena Kalah Saingan
- Jadi Wakil Ketua Setgab, Ical Merasa Naik Tingkat
No comments:
Post a Comment