Recent Posts

Friday, June 1, 2012

Demi Solidaritas, Pedagang ITC Ajak Toko-toko Lain Tutup

Your browser does not support iframes.

placeholder



Foto: Imam Wahyudiyanta

Surabaya -
Demi solidaritas, para pedagang ITC Mega Grosir Jalan Gembong yang berunjuk rasa mengajak pedagang lain yang belum menutup tokonya. Para pedagang mendatangi satu per satu pemilik toko di bagian tengah lantai UG.

Mereka ingin aksi para pedagang berjalan lebih kompak demi tujuan bersama. “Tutup-tutup-tutup,” teriak pedagang sambil mendatangi tiap-tiap toko yang masih buka dengan kompak, Selasa (19/4/2011).

Mau tak mau, para pemilik toko menutup dagangannya karena desakan ratusan pedagang. Mereka mulai mematikan lampu, mengemasi pakaian yang terpajang di display, menumpuknya ke dalam toko dan menutup rolling door.

“Ya gimana lagi, kami menurut saja. Kalau tidak, bisa berabe,” kata salah satu pemilik toko baju dewasa yang menolak menyebut nama kepada detiksurabaya.com di lokasi.

Sementara para pedagang tetap menuntut agar pihak pihak managemen ITC tetap mengajak mereka berdialog untuk membahas tentang batas barang dagangan yang didisplay dan imbauan untuk menjual barang eceran.

(iwd/fat)



Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga:

  • Isu Terbakar, Pengunjung & Pemilik Toko di ITC Semburat
  • Sebelum Rampas Rp 33 Juta, Pelaku Sempat Intai Korbannya
  • Pedagang ITC Dirampok dan Dilukai Wajahnya
  • Aksi Bunuh Diri Lay Tjung Tak Pengaruhi Pasar Atum Mal
  • Manajemen Pasar Atum Santuni Lay Tjung Tjuan
  • Polisi Selidiki Penyebab Terjun Bebasnya Lay Tjung Tjuan

1x1


bannerpromo allproperty bukukuning 280x125

Sumber:http://feedproxy.google.com/~r/detik/Zgvz/~3/d_QOPvjtLAI/demi-solidaritas-pedagang-itc-ajak-toko-toko-lain-tutup

Aneh, Ayam Jago Milik Warga Lamongan Memiliki Tanduk

Your browser does not support iframes.

placeholder



(detiksurabaya.com/Eko Sujarwo))

Lamongan -
Aneh, tapi nyata. Ayam jago milik warga Lamongan yang satu ini berbeda dengan ayam-ayam biasanya. Pasalnya, ayam jago jenis bangkok ini memiliki tanduk di bagian kepalanya,  sehingga pemiliknya menyebut ayam jago miliknya tersebut sebagai ayam bertanduk.

Pemilik ayam bertanduk tersebut adalah Hendry Sujarwo atau biasa dipanggil Cawo, warga Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Lamongan. Ayam yang dibeli dari temannya ini dipeliharanya sejak berusia 6 bulan.

“Waktu pertama saya beli belum tumbuh tanduk seperti sekarang,” kata Hendry kepada wartawan di rumahnya, Selasa (19/4/2011).

Hendry yang juga penghobi ayam ini menuturkan, tanduk ayam jago tersebut mulai tumbuh ketika ayam tersebut berusia 8 bulan. Bahkan, tanduk itu semakin panjang hingga saat ini mencapai usia 10 bulan.

Saat ini, tanduk yang tumbuh dia tas kepala tersebut sudah sepanjang kurang lebih 1,5 cm, dan tumbuh diantara jengger dan paruhnya. Seperti hewan bertanduk, tanduk yang ada di kepala ayam ini juga keras. “Ini adalah ayam jago jenis bangkok burman,” jelasnya.

Cawo menuturkan, dari sekian banyak ayam miliknya, hanya ayam birman ini saja yang  mempunyai tanduk. Bahkan sepanjang hidupnya memelihara ayam, hanya satu ini saja yang memiliki tanduk. “Saat saya beli ayam ini tidak menunjukkan tanda-tanda apapun,” ungkapnya.

Cawo mengungkapkan, ayam bertanduk tersebut tidak memiliki makna khusus bagi dirinya. Hanya saja, dia heran karena selama ini tidak ada ayam yang memiliki tanduk. Sampai saat ini Hendry juga masih belum berniat untuk menjualnya karena belum ada yang cocok. “Kalau ada yang cocok ya saya lepas,” katanya.

Sementara, salah seorang penghobi ayam, Rubai Hamid juga mengungkapkan keheranannya dengan ayam bertanduk tersebut. “Selama saya memelihara dan mengenal ayam, tidak ada ayam yang memiliki tanduk seperti ini,” pungkasnya.

(bdh/bdh)



Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga:

  • Petani Gula Temukan Jamur Raksasa
  • Tak Punya Kaki dan Jemari Tangan Tak Utuh, Dewi Berusaha Mandiri
  • Agni, Balita Malang dengan 26 Jari
  • Bayi Lahir dalam Kondisi Alat Kelamin Tersunat
  • Penampakan Makhluk Halus Terekam Kamera Warga Malang
  • Buah Kelapa Bertunas Dua Jadi Tontonan

1x1


bannerpromo allproperty bukukuning 280x125

Sumber:http://feedproxy.google.com/~r/detik/Zgvz/~3/GMjvaqGFX-8/aneh-ayam-jago-milik-warga-lamongan-memiliki-tanduk

Kunjungi PKS Jatim, Konjen AS Dihadiahi Al-Quran

Your browser does not support iframes.

placeholder



Surabaya -
Konsul Jenderal Amerika Serikat (AS) di Surabaya, Kristen F Bauer mengunjungi Kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim di Jalan Gayungsari Barat. Dalam kunjungan, Kristen mendapatkan hadiah Al-Quran dari Ketua DPW PKS Jatim Hamy Wahjunianto.

“Al-Quran ini menunjukkan bahwa semua manusia ingin hidup damai,” kata Ketua DPW PKS Jatim, Hamy Wahjunianto kepada wartawan di sela-sela kunjungan Konjen AS di Surabaya, Kristen F Bauer di kantor DPW PKS Jatim, Selasa (19/4/2011).

Sebelum menyampaikan ke wartawan, Kristen sempat melakukan pertemuan dengan pengurus DPW PKS dan tertutup bagi wartawan. Usai pertemuan itu, Hamy mengatakan, bagi Konjen AS, kunjungannya ke PKS merupakan kunjungan kehormatan, setelah melakukan kunjungan ke PDIP dan Partai Golkar Jatim.

“Dalam pertemuan ini kita sama-sama ingin membangun paradigma yang sama dan kerjasama antara Konjen AS dengan PKS, baik di bidang pendidikan kesehatan sosial dan ekonomi,” tuturnya.

Ia menambahkan, Konjen AS dan PKS Jatim juga ingin menciptakan kedamaian di Jawa Timur dan tidak ingin terulang kasus teror bom di masjid kompleks Mapolresta Cirebon.

“PKS Jatim dan Konjen AS di Surabaya akan saling bahu-membahu menciptakan kedamaian di Jatim. Mudah-mudahan tidak ada M Syarip (pelaku bom Cirebon) di Jatim,” jelasnya.

Sementara itu, Konjen AS di Surabaya, Kristen F Bauer mengatakan, terkesan dengan pertemuai pengurus partai politik di Jatim termasuk PKS, Golkar dan PDIP. “Saya terkesan dengan tokoh parati politik dan itu menunjukkan kekuatan demokrasi,” tuturnya.

Ketika ditanya lebihi lanjut, langkah kongkret apa saja yang akan dilakukan konjen terkait kerjasama dengan PKS, ia mencontohkan seperti kewirausahaan. Program kongkretnya seperti di bidang kewirausahaan dan kemitraan komprehensif,” jelasnya.

(bdh/bdh)



Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga:

  • PKS Wajibkan Kader Punya Facebook dan Twitter
  • Konjen Amerika di Surabaya Jadi Santri Sehari
  • Pukulan Bedug Soekarwo Tandai Pembukaan Muswil PKS
  • Gus Sholah Ajak AS Belajar Islam di Ponpes
  • Konjen AS Baru Buka Bersama dengan Tokoh Masyarakat
  • Keakraban Kristen Bauer & Anak Yatim Nurul Hayat Saat Berbuka

1x1


bannerpromo allproperty bukukuning 280x125

Sumber:http://feedproxy.google.com/~r/detik/Zgvz/~3/Oa4kJdEF58k/kunjungi-pks-jatim-konjen-as-dihadiahi-al-quran

SMS Kunci Jawaban UN Beredar di Banyuwangi

Your browser does not support iframes.

placeholder



File: detiksurabaya.com

Banyuwangi -
SMS diduga kunci jawaban beredar luas di kalangan peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan sederajat di Banyuwangi. SMS itu beredar sejak hari pertama UN digelar.

“Satu jam sebelum ujian hari pertama saya sudah dapat,” kata seorang peserta UN kepada detiksurabaya.com, yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Selasa (19/04/2011).

Bahkan, SMS kunci jawaban untuk soal yang diujikan hari ini sudah beredar Senin (18/04/2011) malam. Tidak sedikit peserta ujian yang mempercayai kebenaran SMS tersebut.

Rata-rata peserta UN yang menerima SMS kunci jawaban di hari pertama menguji kebenaran SMS tersebut. Hasilnya, nyaris semua jawaban yang ada di SMS benar.

“Setelah saya tes di rumah bersama teman-teman, hampir semua jawaban yang ada di SMS benar,” tambah sumber detiksurabaya.com

Sementara Dinas Pendidikan Banyuwangi bersikap santai terkait beredarnya sms kunci jawaban tersebut. Sebab, kunci jawaban yang ada di SMS itu tidak sesuai dengan paket UN yang ada.

“Hal yang biasa, tidak perlu ditanggapi berlebihan,”jelas Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Banyuwangi, Catur Pamarto, kepada wartawan di kantornya.

(fat/fat)



Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga:

  • Soal UN di Lumajang Tertukar di Tiga Sekolah
  • Ditahan, Siswa SMAN 2 Pamekasan UN Dengan Kawalan Polisi
  • Tiga Siswa di Pamekasan Pilih Menikah Ketimbang Ikuti UN
  • Peserta UN Dirangsang Makan Minum Gratis
  • Dua Peserta UN di Sumenep Simpan HP
  • Gara-gara Cemburu, Dua Pelajar UN di Lapas

1x1


bannerpromo allproperty bukukuning 280x125

Sumber:http://feedproxy.google.com/~r/detik/Zgvz/~3/jC7ahHXG41I/sms-kunci-jawaban-un-beredar-di-banyuwangi

Konjen AS: Kekerasan Bukan Solusi Terbaik

Your browser does not support iframes.

placeholder



Surabaya -
Konsul Jenderal (Konjen) Amerika Serikat (AS) di Surabaya, Kristen F Bauer mengutuk aksi kekerasan termasuk teror bom seperti yang terjadi di masjid komplek Mapolresta Cirebon.

“Kami mengutuk aksi kekerasan, karena kekerasan bukan solusi yang terbaik,”kata Konjen AS Kristen F Bauer kepada wartawan di sela-sela kunjungannya di Kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Gayungsari Barat, Selasa (19/4/2011).

Kristen menegaskan, kunjungannya ke PKS bukan perkara khawatir terhadap teror bom. “Kami mengupayakan memahami partai politik di Jawa Timur. Hanya ingin mengetahui dan memahami tujuan parpol di Jatim,” tuturnya.

Ketika ditanya lebih lanjut, apakah juga akan mengunjung parpol lainnya di Jatim, Kristen mengatakan, akan melihat situasi dan kondisinya. “Kami juga akan menunggu undangan dari parpol lain,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Jatim Hamy Wahjunianto menambahkan, dalam pertemuan dengan Konjen AS, juga ingin menyampaikan perspektif tentang Islam.

“Selama ini, tidak ada komunikasi yang baik. Kami gembira dan bisa langsung menyampaikan perpektif Islam langsung ke Ibu Konjen. Dan Kita sepakat mengutuk aksi kekerasan dan bersama-sama menciptakan Jatim yang damai dan sejahtera,” jelas Hamy.

(bdh/bdh)



Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga:

  • Tas Misterius di Balai RW Diurai Tim Jihandak, Isinya Cuma Pakaian Bekas
  • Tim Jihandak Amankan Tas Misterius dari Balai RW di Kenjeran
  • Seruan ‘Kami Tidak Takut’ Digelorakan FKPPI untuk Lawan Teror Bom
  • Antisipasi Teror Bom, Pemeriksaan Tamu di Mapolda Jatim Lebih Teliti
  • Tas Bergambar Dora Tergeletak di Kusuma Bangsa, Polisi Pastikan Bukan Bom
  • David Menebar SMS Teror ke Tiga Tempat di Surabaya Sekaligus

1x1


bannerpromo allproperty bukukuning 280x125

Sumber:http://feedproxy.google.com/~r/detik/Zgvz/~3/fix-YXxwdHg/konjen-as-kekerasan-bukan-solusi-terbaik

Asyiknya Menggambar Kartini dan Lapindo di Atas Komuter

Your browser does not support iframes.

placeholder



Sidoarjo -
Ratusan siswa PG/TK Al-Amin Wage, Sidoarjo memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi dengan jalan-jalan naik komuter. Dimulai dari Stasiun Gedangan, para siswa menuju Stasiun Gubeng, Surabaya.

Di tengah perjalanan, tepatnya di Stasiun Porong, mereka menggambar dan mewarnai gambar Kartini dengan crayon dan dibimbing oleh Kak Budi.

Sebelum menggambar dimulai, mereka melihat dengan seksama Kak Budi memberi contoh menggambar dan mewarnai di papan gambar (45x60cm) yang diletakkan di depan pintu pembatas gerbong kereta, Selasa (19/04/2011).

“Pelan-pelan mewarnainya, coretan warna tidak boleh keluar garis ya,” kata Kak Budi kepada para siswa yang memakai baju olahraga.

Usai mendengarkan pengarahan, segera para siswa mulai menggambar dan mewarnai wajah Kartini. Udara panas di dalam gerbong seolah-olah terlupakan oleh asyiknya menuangkan imajinasi.

Selama kegiatan berlangsung, ada siswa yang lancar menggambar ada juga beberapa yang merengek-rengek minta bantuan ibunya. “Bunda, bagaimana,” keluh Keisha Arkhansa (4) meminta bantuan kepada ibunya. 

Berbeda dengan Firman Syafaat, Bagas Abdurrahman dan Nur Azizah Wijayati yang terlihat telaten menggoreskan crayonnya di atas kertas HVS. “Alhamdulillah sudah selesai,” ujar Firman melihat hasil karyanya.

Kepala Sekolah PG/TK Al-Amin mengatakan, untuk memperingati Hari Kartini para siswa diajak menggambar Kartini agar dapat teringat sosok Kartini yang memerdekakan kaum wanita di jaman penjajahan. “Kartini adalah seorang wanita yang memiliki tekad mencerdaskan kaum wanita yang tak kalah dengan kaum lelaki,” ungkap Nur Sholikah.

Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan Lumpur Lapindo sebagai fenomena alam yang telah terjadi 4 tahun yang lalu hingga sekarang dan diajak naik komuter agar bisa mengurangi polusi asap kendaraan. “Bila banyak orang yang memanfaatkan kereta maka asap kendaraan di jalan raya akan berkurang,” terang Nur Sholikah.

(fat/fat)



Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga:

  • Bocah Kelas 3 SD Menangi Kompetisi Robotika
  • Hasil 9 Kali Try Out UN di Kabupaten Malang, 25 Persen Siswa Gagal Lulus
  • Sambut Hari Kartini, Bocah TK Diajak Peduli Lingkungan
  • Lolos Program Pertukaran Antar Negara, 24 Remaja Digembleng di Stasiun
  • Peraih Medali Emas Lomba Matematika Dikenal Sebagai Siswi Rendah Hati
  • Pelajar Pamekasan Gondol Medali Emas Lomba Matematika di Rumania

1x1


bannerpromo allproperty bukukuning 280x125

Sumber:http://feedproxy.google.com/~r/detik/Zgvz/~3/n6mFTEYcBoQ/asyiknya-menggambar-kartini-dan-lapindo-di-atas-komuter

Manajemen ITC: Yang Dibeli Pedagang Toko, Bukan Jalan

Your browser does not support iframes.

placeholder



Surabaya -
Pihak manajemen ITC Mega Grosir menganggap bahwa demo yang dilakukan para pedagang tidaklah mewakili keseluruhan pedagang. Demo itu hanya dilakukan oleh segelintir pedagang yang ingin membenarkan pelanggaran aturan yang dilakukan sendiri.

“Demo ini adalah ulah dari segelintir pedagang yang melanggar aturan. Mereka menggunakan massa agar tindakannya dapat dibenarkan,” kata General Manager ITC Mega Grosir, Kristin, kepada wartawan di kantor manajemen ITC, Jalan Gembong, Selasa (19/4/2011).

Kristin menerangkan bahwa seperti di negara Indonesai yang mempunyai undang-undang, ITC pun juga mempunyai aturan tata tertib yang harus dipatuhi para pedagang. Para pedagang datang ke ITC karena mereka membeli, menyewa atau mengontrak toko yang ukurannya sudah ditentukan.

Karena ITC merupakan pusat grosir yang pedagangnya mempunyai banyak barang, maka pihak manajemen memberikan toleransi penambahan space jalan untuk digunakan sebagai media display bagi masing-masing toko.

Penambahan space untuk berdagang itu dilakukan dengan memberi marking (tanda) berupa selotip hitam sebagai batas untuk memajang barang dagangan sepanjang 70 cm. Penambahan space itu memberikan tambahan 30% ruang bagi para pedagang.

Kristin mengatakan penambahan batas itu rupanya masih kurang bagi beberapa pedagang. Mereka menginginkan space lebih banyak dengan alasan barang yang dipunyai sangat banyak sehingga memerlukan tempat lebih luas. Penambahan space itu tentu saja akan memakan lebih banyak ruas jalan. Tetapi keinginan pedagang itu ditentang pihak ITC

“Jalan itu tidak bisa dipakai berdagang. Ingat yang dibeli itu toko, bukan jalan. Jalan hanya digunakan untuk pengunjung dan untuk evakuasi,” tambah Kristin.

Jika keinginan itu dibiarkan, kata Kristin, maka dikhawatirkan akan ada toko yang tidak dilirik pedagang karena desakan dari barang dagangan milik toko lain. Jadi peraturan pembatasan tempat memajang dagangan ini dilakukan untuk kebaikan pedagang sendiri.

“Salah kalau kami tidak mengajak mereka bicara. Enam bulan lalu kami mengirim mereka surat tentang penambahan space memajang dagangan. Bagi yang tidak jelas bisa bertanya ke pihak manajemen. Kemudian Kami beri waktu 3 bulan untuk penataan barang, tetapi dicuekin. Lalu kami beri waktu 3 bulan lagi hingga batas akhir 18 April,” lanjut Kristin.

Hingga batas waktu usai, ternyata masih ada pedagang yang melanggar batas berdagang. Karena itu petugas ITC mendatangi setiap toko yang memajang dagangan melebihi batas. “Kami tidak langsung bertindak keras. Tetapi mereka yang melanggar kami imbau bahkan kami bantu bila ingin memundurkan dagangan,” terang Kristin.

Tapi niat itu, tutur Kristin, malah disalahartikan. Para pedagang yang sedari awal anti dengan peraturan menganggap bahwa itu adalah upaya ITC untuk mengubah ITC dari brand grosir menjadi eceran. Kristin sendiri mengaku bahwa demo itu dilakukan oleh provokator.

Bahkan Kristin menyebut bahwa ada 5 pedagang yang menjadi provokator. Para
provokator itu kemudian mengajak pedagang lain untuk melakukan demo.

“Toko yang tutup tidak banyak, malahan toko yang buka jauh lebih banyak. Dari 2.000 pedagang, hanya 5 yang menjadi provokator,” tutur perempuan berkacamata itu.

Kristin menyebut bahwa demo dan penutupan toko hanya terjadi di Upper Ground (UP). Sementara di lantai lain tidak terjadi demo dan penutupan toko. Kristin menyebut bahwa demo itu hanya terjadi di UP karena provokatornya ada di lantai tersebut. “Yang bermasalah adalah UP karena di situlah letak provokatornya,” tandas Krsitin.

Sementara dari pengamatan detiksurabaya.com hingga pukul 15.00 WIB, toko di UP di blok B yang tadinya tutup kini sudah buka kembali. Sementara toko di blok B lebih banyak yang tutup.

(iwd/fat)



Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga:

  • Dipaksa Jual Eceran, Pedagang ITC Kompak Tutup Toko
  • Isu Terbakar, Pengunjung & Pemilik Toko di ITC Semburat
  • Sebelum Rampas Rp 33 Juta, Pelaku Sempat Intai Korbannya
  • Pedagang ITC Dirampok dan Dilukai Wajahnya
  • Aksi Bunuh Diri Lay Tjung Tak Pengaruhi Pasar Atum Mal
  • Manajemen Pasar Atum Santuni Lay Tjung Tjuan

1x1


bannerpromo allproperty bukukuning 280x125

Sumber:http://feedproxy.google.com/~r/detik/Zgvz/~3/D93nEgAqBFw/manajemen-itc-yang-dibeli-pedagang-toko-bukan-jalan