Recent Posts

Wednesday, May 2, 2012

Tangani Kasus Gayus, KPK Akui Terjebak Situasi Sulit

Your browser does not support iframes.

placeholder


Jakarta -
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku kesulitan dalam menangani kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan. Pasalnya lembaga antikorupsi tersebut berada dalam situasi yang tidak pas.

“Situasinya sulit, untuk suap itu domainnya KPK. Sementara pajak itu bukan domain KPK. Kita masih menyelidiki pembuktian apakah itu termasuk korupsi atau tidak,” tutur Pimpinan KPK Chandra Hamzah, di Lembang Jawa Barat, Sabtu (16/4/2011) sore.

Meski begitu Chandra mengatakan KPK tetap akan berusaha menuntaskan kasus ini. Kasus yang diduga menyeret sejumlah perusahaan dan jajaran pejabat di Ditjen Pajak ini masih berada dalam tahap penyelidikan di KPK.

“Kami akan terus berusaha,” terang Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan tersebut.

Pihak Kepolisian RI sebelumnya telah menyatakan ada 19 wajib pajak yang pernah ditangani Gayus diduga berpotensi merugikan negara. Meski dalam penelitian para wajib pajak ini Polri berkordinasi dengan KPK, namun pihak KPK belum mengungkapkan perkembangan dari kasus ini.

“Kita kalau di penyelidikan memang cenderung tidak bisa berbicara,” tandasnya.

(fjr/her)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga :

  • Berbatik Coklat, Cirus Penuhi Panggilan Bareskrim
  • Jaksa Cirus Kembali Diperiksa Bareskrim
  • Kemenkeu Serahkan Data 10 ‘Pasien’ Gayus ke Polisi
  • Kasus Gayus
    Polri Minta LHA 29 Pegawai Pajak ke PPATK
Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/16/184254/1618953/10/tangani-kasus-gayus-kpk-akui-terjebak-situasi-sulit

Kepastian M Sarip Pelaku Bom Bunuh Diri Cirebon Diumumkan Besok

Your browser does not support iframes.

placeholder


Jakarta -
Mabes Polri telah mengirim sampel darah keluarga M Sarip, terduga pelaku bom bunuh diri di masjid Ad-Zikra, di lingkungan Mapolresta Cirebon. Polri saat ini masih meneliti apakah DNA keluarga dengan DNA jenazah sama.

“Kalau DNA-nya cocok, besok Minggu (17/4) kira-kira jam 13.00 WIB, kami akan lansir di Mabes Polri,” ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam saat dihubungi, Sabtu (16/4/2011).

Anton menjelaskan, Mabes Polri telah membawa sampel darah keluarga M Sarip ke Jakarta. Pernyataan ini sekaligus menepis kabar pihak keluarga M Sarip diboyong ke Jakarta.

“Bukan orangnya, orangnya masih di Cirebon. Kita mau mencocokan dengan jenazah. Kalau cocok, baru mereka boleh melihat dan mengambil jenazahnya di sini,” jelas mantan Kapolda Jatim ini.

Sampel darah keluarga M Sarip nanti dianalisis dan dicocokkan dengan jenazah. Puslabfor saat ini masih melakukan penelitian.

“Sampel darah itu nanti ada bidang kedokteran yang mencocokan, sehingga bisa diketahui DNA-nya cocok atau tidak. Kalau terbukti cocok, nanti dibolehkan dibawa pulang,” imbuhnya.

Ledakan di aksi bom bunuh diri di Masjid Ad-Zikra yang berada di lingkungan Mapolres Cirebon Kota terjadi pukul 12.15 WIB saat imam mengucapkan takbir (takbiratul ikhram) di awal salat Jumat.

Ledakan berasal dari seorang pria berpakaian hitam di barisan dekat para pejabat Polresta. Diduga ledakan merupakan bom bunuh diri. Sejumlah korban terkena serpihan bom berupa paku. Tak hanya Kapolresta, Kasat Lantas Polres Cirebon dan imam salat Jumat pun menjadi korban.

(ape/her)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga :

  • Ponpes Al Ngruki akan Telusuri Sarip
  • Eks JI: Teroris Pengecut Incar Orang sedang Ibadah
  • Sarip Mirip Terduga Pelaku Bom, Cuma Giginya Berbeda
  • Seorang Polisi Korban Bom Cirebon Belum Sadarkan Diri
Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/16/190732/1618958/10/kepastian-m-sarip-pelaku-bom-bunuh-diri-cirebon-diumumkan-besok

Jaksa Cirus Resmi Ditahan Bareskrim Mabes Polri

Your browser does not support iframes.

placeholder


Jakarta -
Mabes Polri akhirnya menahan Jaksa Cirus Sinaga. Tersangka kasus mafia hukum ini telah menjalani pemeriksaan lanjutan sejak pukul 09.00 WIB pagi tadi di Mabes Polri.

“Iya pak Cirus ditahan, itu untuk pemeriksaan. Penahanan bisa sampai 20 hari,” ujar pengacara Cirus, Parlindungan Sinaga kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Jl trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (16/4/2011).

Atas penahanan tersebut, baik Cirus maupun pengcaranya tidak melayangkan protes. “Kiita sama-sama penegak hukum dan tahu falsalafah penahan itu untuk pemeriksaan. Kalau mau protes harus ada manfaatnya. kalau sekarang tidak ada manfaatnya,” terang Parlindungan.

Keluarga Cirus ini pun sudah mengetahui perihal penahanan jaksa senior ini. Dalam waktu dekat, keluarga besar Cirus akan segera datang ke Jakarta.

“Kondisi pak Cirus baik-baik saja, kita ini sama-sama perantau bahkan semalam tidur di sofa sudah biasa. Keluarga sudah dikabari, kemungkinan keluarga minggu ini kan ke Jakarta,” imbuhnya.

Sebelumnya, Polri menduga mantan jaksa kasus Antasari itu menghapus pasal korupsi saat menangani Gayus sehingga berujung pada bebasnya Gayus Tambunan.
Cirus dijerat dengan pasal 23 UU No 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Pasal itu mengatur soal tindakan menghalang-halangi proses penuntutan.

(her/her)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga :

  • Penyidik Berencana Ambil Laporan Harta Cirus
  • Polri Keluarkan Surat Penangkapan, Cirus Bermalam di Bareskrim
  • Berbatik Coklat, Cirus Penuhi Panggilan Bareskrim
  • Jaksa Cirus Kembali Diperiksa Bareskrim
Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/16/200319/1618960/10/jaksa-cirus-resmi-ditahan-bareskrim-mabes-polri

Diduga Bentrok dengan TNI, Warga Dilarikan ke RSUD Kebumen

Your browser does not support iframes.

Jakarta -
Bentrokan antara aparat militer dengan warga sipil kembali terjadi. Kali ini anggota TNI diduga terlibat bentrok dengan warga desa Jetro Jenar, Bulu Pesantren, Kebumen, Jawa Tengah.

Akibat bentrokan tersebut, belasan warga mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Kebumen.

“Iya ada belasan warga yang dibawa ke sini. Katanya bentrokan sama TNI, tapi saya tidak tahu persis,” ujar salah seorang pegawai RSUD Kebumen yang enggan menyebutkan namanya.

Menurutnya para korban yang sebagian korban luka tersebut datang ke RSUD sekitar pukul 15.40 WIB. Namun hingga kini belum bisa dipastikan luka-luka dan penyebabnya.

“Saya dibagian entry data, belum tahu lukanya kenapa. Nanti katanya akan ada pernyataan pers dari Direktur rumah sakit,” imbuhnya.
 

(her/her)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga :

  • Bentrokan di Cengkareng, Ketua RW Berinisial E Dicari Polisi
  • Korban Tewas Bentrokan Cengkareng Ditemukan di Semak-semak
  • Makam Keramat Cikini Kondusif, Polisi Buka Tenda untuk Jaga
  • Antisipasi Bentrok, Ratusan Polisi Menginap di Makam Keramat
Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/16/200822/1618961/10/diduga-bentrok-dengan-tni-warga-dilarikan-ke-rsud-kebumen

Bentrok dengan TNI AD, 4 Warga Mengalami Luka Tembak

Your browser does not support iframes.

Kebumen -
Bentrokan yang terjadi antara warga desa Setro Jenar, Kecamatan Bulus Pesatren, Kebumen, Jawa Tengah dengan oknum TNI AD berakibat 4 warga mengalami luka tembak. Keempat warga tersebut langsung dilarikan ke RSUD Kebumen.

“Warga yang menjadi korban informasi sementara 7 orang, 4 diantaranya luka tembak. Sudah dibawa ke RSUD Kebumen,” ujar salah seorang warga desa Setro Jenar, Aris Arianto kepada detikcom, Sabtu (16/4/2011).

Menurut Aris, keempat warga tersebut menjadi korban saat bentrokan antara TNI AD dari Dislibang Mabes TNI AD dan warga yang memblokade jalan menuju tanah sengketa pecah. Bentrokan terjadi di ujung desa yang selama ini menjadi lahan sengketa.

“Warga memblokir jalan masuk ke tanah sengketa. Tapi kemudian blokade di batas desa itu dibongkar TNI, warga tidak terima, sempat adu mulut terus rusuh,” terangnya.

Berikut keempat warga Desa Setro Jenar yang mengalami luka tembak:
1. Mulyanto (21) luka tembak di punggung kanan.
2. Sarwadi luka tembak di paha kanan.
3. Kusriyanto (29) luka tembak dibagian bokong sebelah kanan dan pelipis.
4. Surip Supangat (38) luka temnbak di lengan bawah kiri dan bokong kanan.

Hingga kini keempat warga tersebut masih dirawat secara intensif di RSUD Kebumen. Belum bisa dipastikan apakah peluru tajam atau peliru karet yang mengenai keempat warga tersebut.

(her/her)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga :

  • Ratusan Polisi Masih Bersiaga di Lokasi Bentrokan Cengkareng
  • Bentrokan di Cengkareng, Ketua RW Berinisial E Dicari Polisi
  • Korban Tewas Bentrokan Cengkareng Ditemukan di Semak-semak
  • Makam Keramat Cikini Kondusif, Polisi Buka Tenda untuk Jaga
Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/16/203442/1618962/10/bentrok-dengan-tni-ad-4-warga-mengalami-luka-tembak

Tuesday, May 1, 2012

M Sarip Juga Diduga Terlibat Pembunuhan Anggota TNI

Your browser does not support iframes.

placeholder


Majalengka -
Terduga aksi bom bunuh diri, M Sarip (32), juga diduga terlibat dalam pembunuhan seorang anggota TNI dan warga sipil pada awal April 2011. Di lokasi kejadian kasus tersebut, polisi menemukan kartu Surat Izin Mengemudi (SIM) atas nama Mochamad Sarip.

“Anggota saya yakni Koptu Sutejo dan seorang warga sipil bernama Ali menjadi korban pembunuhan. Pelakunya diduga dia (Sarip),” ujar pria yang mengaku sebagai atasan korban yang tidak mau disebut namanya.

Ia mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di rumah istri M Sarip, Gang 30 Bata, RT 3 RW 1, Dusun Senen, Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Pria bertubuh tegap dan cepak itu mengaku bertugas di Kodim TNI Sumber, Kabupaten Cirebon. Sementara korban tewas, Sutejo, juga bertugas di tempat yang sama.

“Kalau tidak salah kejadian pembunuhan itu 2 April lalu. TKP-nya di Desa Cempaka, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Sutejo meninggal, Ali selamat dengan luka di bagian leher,” ujarnya yang saat itu ditemani dua anggota TNI lainnya.

Ia menambahkan, Sutejo tewas dengan sejumlah luka tusukan di bagian tubuh. “Lebih 20 tusukan, ada di dada, punggung dan wajah. Leher Sutejo terdapat luka menganga akibat digorok,” paparnya.

Menurut informasi yang diperoleh pria berkaos kerah itu, di lokasi kejadian ditemukan identitas atas nama Mochamad Sarip. “Polisi menemukan SIM atas nama Mochamad Sarip,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, kasus tersebut saat ini ditangani Polres Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

(her/her)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga :

  • Eks JI: Dilihat dari Materi Bom, Pelaku Kemungkinan Turunan Azahari
  • Ponpes Ngruki akan Telusuri Sarip
  • Eks JI: Teroris Pengecut Incar Orang sedang Ibadah
  • Sarip Mirip Terduga Pelaku Bom, Cuma Giginya Berbeda
Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/16/210223/1618964/10/m-sarip-juga-diduga-terlibat-pembunuhan-anggota-tni

PKS Setujui Kontrak Koalisi Baru

Your browser does not support iframes.

Jakarta -
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya menyetujui draf kontrak koalisi baru. PKS memutuskan hal tersebut dalam rapat MPP dan DPP PKS.

“Pola komunikasi antar anggota tidak boleh saling mengecam, tidak boleh
saling menyerang, tidak di media. Disiapkan forum, tidak menjadikan
media sebagai sarana bertarung. Itu tercantum di kontrak baru. Karena
isinya konstruktif, kita setujui,” ujar Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq kepada wartawan di Kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu (16/4/2011).

Luthfi menuturkan, kontrak koalisi baru mejadi kan koalisi makin solid. Ia berharap koalisi tak saling serang lagi.

“Selama ini kesannya seolah dibenturkan. Tapi dalam draf itu sudah dijelaskan posisi masing-masing. Isu yang mana diwacanakan di publik. Biar saja hak prerogatif presiden dibicarakan presiden, jangan pihak yang lain,” tutur Luthfi.

Reward and punishment yang dicantumkan juga masih dapat diterima PKS. Namun PKS berharpa punishment tidak dibesar-besarkan namun kebersamaan yang lebih dikedepankan.

“Jika ada mitra koalisi yang memposisikan tidak sepaham, harus ada exit
strategy. Di sini kan tidak ada atas bwah, makanya ini disebut etika. Babnya bukan di masalah punishment. Kalau punishment itu ada atas bawah. Kita kan sama-sama bekerja, sama-sama berkeringat. Ini tidak untuk menyeragamkan,” jelasnya.

(van/her)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga :

  • Akbar Tandjung: Pragmatisme dalam Politik Semakin Nyata
  • Golkar: Politisi Pindah Partai Karena Kalah Saingan
  • Jadi Wakil Ketua Setgab, Ical Merasa Naik Tingkat
  • Pembahasan Kontrak Koalisi di Internal PKS Berlangsung Alot
Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/16/214624/1618969/10/pks-setujui-kontrak-koalisi-baru