Recent Posts
Thursday, April 26, 2012
Presiden SBY Perintahkan Polri Ungkap Jaringan Pelaku Bom Bunuh Diri
Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/15/181201/1618509/10/presiden-sby-perintahkan-polri-ungkap-jaringan-pelaku-bom-bunuh-diri
Marzuki: Gedung Twin Tower Jawaban Kritik Rakyat
Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/15/181324/1618511/10/marzuki-gedung-twin-tower-jawaban-kritik-rakyat
Kawasan Sekitar Mapolresta Cirebon Disterilkan
Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/15/181505/1618516/10/kawasan-sekitar-mapolresta-cirebon-disterilkan
Ketua Komisi III DPR: Intelijen Rapuh, Polri Diremehkan Teroris
Sumber:http://www.detiknews.com/read/2011/04/15/182204/1618518/10/ketua-komisi-iii-dpr-intelijen-rapuh-polri-diremehkan-teroris
Model 53 Tahun Jadi Duta L'Oreal Paris
Your browser does not support iframes.
Jakarta – Bukan hanya model yang masih muda saja bisa menjadi duta produk kecantikan. Buktinya mantan model yang berusia 53 tahun ditunjuk L’Oreal Paris sebagai duta kampanye.
Adalah Ines de la Fressange yang merupakan model populer di era 80an. Bagi penyimak fashion, nama Inese tidaklah asing. Ia merupakan seorang model dunia yang menjadi model pertama Chanel di era Karl Legerfeld.
Meski usianya sudah menginjak setengah abad, wanita yang juga terjun dalam dunia fashion dan industri kecantikan ini tetap menunjukkan pesona kecantikannya. Mungkin itulah yang membuat L’Oreal Paris terpikat pada Ines.
“Ines de la Fressange adalah ‘sekretaris’ baru kami. Wanita ini adalah gambaran dari dunia wanita yang hebat dan cantik. Selain itu, ia telah mencapai keberhasilan sebagai seorang ibu, model dan desainer,” ungkap Direktur L’Oreal Paris, Cyrill Chapuy, seperti dikutip dari Genius Beauty.
Inese memulai karir modellingnya pada usia 17 tahun dan namanya cepat meroket. Dalam waktu singkat, wanita asal Prancis ini turut ambil bagian dalam fashion show dari Kenzo, Jean-Paul Gaultier dan Christian Lacroix.
Setelah pensiun dari dunia model pada 1991, Ines tak berhenti berkarya. Ia menciptakan label fashion sendiri dan membuka butik di Prancis, Amerika Serikat dan Jepang.
(kik/hst)
Sumber:http://feedproxy.google.com/~r/detik/VASR/~3/DbVVSwVpCP4/model-53-tahun-jadi-duta-loreal-paris
Wednesday, April 25, 2012
Bahaya Mouthwash Bagi Kesehatan Mulut & Gigi
Your browser does not support iframes.
Jakarta – Berkumur dengan mouthwash setelah menyikat gigi memang menimbulkan sensasi lebih bersih dan segar di mulut. Tapi dibalik itu, mouthwash bisa menimbulkan dampak berbahaya bagi gigi dan mulut.
Beberapa bahan yang terkandung dalam mouthwash punya efek merugikan untuk gigi dan gusi jika tidak digunakan dengan benar. Menurut Robin Seymour, profesor perbaikan masalah gigi dari Newcastle University, saat ini banyak produk mouthwash yang mengandung alkohol hingga 26 persen per satu kemasan. Alkohol bekerja sebagai agen ‘pembawa’ yang mengoptimalkan fungsi menthol, eucalyptol dan thymol untuk menembus lapisan luar gigi dan menyingkirkan plak.
Kedengarannya memang tidak berbahaya, tapi alkohol bisa menyebabkan kekeringan di mulut dan menghilangkan ‘mucus’ suatu zat yang menjaga mulut tetap basah dan lembab. Mulut yang kering menimbulkan bau nafas tak sedap dan sensasi ‘menggigit’ saat berkumur.
Dikutip dari Daily Mail, mouthwash yang mengandung alkohol juga sering disebut-sebut sebagai penyebab meningkatnya risiko kanker mulut. Hasil penelitian yang diterbitkan Dental Journal of Australia melaporkan bahwa ethanol (sejenis alkohol) dalam mouthwash bisa memicu peningkatan zat-zat berbahaya yang bisa menembus lapisan kulit di sekitar mulut dengan mudah. Racun dalam alkohol yang disebut acetaldehyde juga bisa terakumulasi di dalam mulut.
Sebagian produk mouthwash bahkan bisa menyebabkan gigi bernoda, karena zat kimia yang bernama chlorohexidine gluconate. Zat ini sebenarnya diciptakan untuk mengurangi bakteri dan menyingkirkan plak, tapi efeknya justru menimbulkan bau mulut tidak sedap dan noda. Jika digunakan terus menerus, mouthwash bisa menyebabkan timbulnya noda kecokelatan pada enamel gigi karena reaksi kimia.
“Chlorohexidine menyebabkan noda pada gigi dalam pemakaian mouthwash selama sepuluh hari, karena bereaksi dengan zat aditif makanan yang mungkin masih tertinggal. Zat aditif biasa terdapat pada soda, teh, kopi dan red wine,” jelas Profesor Robin.
Apakah kita harus menghindari pemakaian mouthwash untuk kesehatan gigi dan mulut? Profesor Robin menyarankan untuk menggunakan mouthwash tanpa alkohol, dengan label ‘alcohol-free’. Selain tidak membuat mulut kering, juga meminimalisir terbentuknya noda cokelat pada gigi. Sebaiknya jangan langsung berkumur dengan mouthwash setelah menyikat gigi, tapi tunggu 30 menit dulu. Beberapa bahan dalam pasta gigi seperti foaming agent dan sodium lauryl sulphate bisa bereaksi dengan fluoride di dalam mouthwash, menonaktifkan sehingga kehilangan efeknya.
(hst/hst)