Recent Posts

Tuesday, April 10, 2012

Pemerintah Masih 'Pikir-pikir' Kurangi Setoran Dividen Bank BUMN

share”>

kantor bumn2 dalam whery


Foto: Whery/detikFinance

Jakarta -
Pemerintah masih pertimbangkan rencana pengurangan dividen bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pasalnya, pemerintah juga dikejar target setoran dividen BUMN tahun ini sebesar Rp 27,5 triliun.

“Pengurangan dividen masih dibahas, belum pasti juga soalnya kalau ada yang berkurang dari satu BUMN, maka ditutupi oleh BUMN lain yang harus nambah,” kata Deputi Kementerian BUMN Bidang Jasa Parikesit Suprapto kepada detikFinance, Selasa (12/4/2011).

Saat ini, rencana pemangkasan setoran dividen bank pelat merah itu sudah masuk pembasahasan di meja Sekretaris Kementerian BUMN M Yasin. Meski seluruh bank BUMN minta dikurangi dividennya, besaran porsinya masing-masing pasti berbeda.

“Nanti porsinya (dividen) tidak akan sama tiap-tiap bank, tidak akan sama. Sekarang lagi dibahas oleh Pak Yasin,” ujarnya.

Seperti diketahui, empat bank BUMN cetak laba Rp 25,43 triliun di akhir 2010, naik 45,89% dari perolehan laba di 2009 lalu sebanyak Rp 17,43 triliun.

Pendapatan bunga empat bank pelat merah itu juga tercatat naik 21,36%, dari perolehan pendapatan bunga di 2009 sebesar Rp 65,7 triliun, menjadi Rp 79,74 triliun di akhir 2010.

Dengan adanya usulan untuk pengurangan dividen tersebut, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengaku akan mempertimbangkan rencana tersebut. Bank-bank pelat merah itu masih butuh modal dalam rangka ekspansi bisnis mereka.
(ang/dnl)

GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga :

  • Incar Kenaikan Tabungan 40%, Bukopin Go Digital Diluncurkan
  • Aset 10 Bank Besar Turun Rp 40 Triliun dalam 2 Bulan
  • Kartu Kredit ‘Bermasalah’ Bank Asing Paling Besar
Sumber:http://www.detikfinance.com/read/2011/04/12/102400/1614191/5/pemerintah-masih-pikir-pikir-kurangi-setoran-dividen-bank-bumn

No comments:

Post a Comment